Archive for Agustus, 2008

Membackup driver yg sudah terinstall

Agustus 30, 2008

Ada kalanya akibat serangan virus ataupun berbagai sebab lainnya mengharuskan kita memformat ulang partisi windows kita yg dijadikan system, salah satu hal penting yg harus di ingat sebelum memformat ulang hardisk adalah apakah kita masih menyimpan CD driver bawaan motherboard atau vga card??? Karena tanpa CD driver bawaan motherboard berbagai peripheral dimotherboard tidak akan bisa bekerja, seperti soundcard tidak akan bisa mengeluarkan suara tanpa driver yg mengendalikannya, begitu jg halnya kita tidak akan bisa bermain game jika driver vga tidak terinstall, singkatnya driver adalah perangkat lunak yg berkomunikasi & mengendalikan kerja perangkat keras

Untungnya ada cara mudah membackup driver yg sudah terinstall didalam komputer kita (selain download dari internet) dengan menggunakan bantuan software yg bertebaran didunia maya, salah satunya adalah MyDriver 3.31 yg dapat di download

http://www.zhangduo.com/download.html

Software ini dijual seharga US$39, tapi tenang saja, untuk keperluan backup driver, versi trial selama 15 hari pun sudah cukup, satu hal yg perlu diingat, jgn membackup driver kedalam format .cab atau.exe, karena setiap kali kita ingin merestore ulang driver backup kita akan dimintai registrasion number… Backuplah driver dengan cara meng-click tombol “fast collect” kemudian click lagi tombol “backup all” dan tunggu hingga proses backup driver selesai …(ada baiknya driver hasil backup di burn ke CD)

Untuk merestore balik driver pada fresh install windows, buka device manager (klik kanan my comp, pilih manage, pilih device manager), pada item yg ada tanda tanya dan tanda serunya, klik kanan, pilih update driver, browse ke lokasi driver hasil backup sebelumnya…

cara membackup driver yg sudah terinstall, click fast collect, plh backup all

———————————————————-

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com

Iklan

Menu klasik untuk Microsoft Office 2007

Agustus 28, 2008

Dengan membuka halaman ini saya anggap Anda telah membaca halaman berikut: https://khiang.wordpress.com/penting/

By opening this page, I assume you has read following page : https://khiang.wordpress.com/penting/

Setelah versi 2003 (office 11), kini Microsoft Office 2007 (office 12) tampil dengan wajah baru yg cukup membingungkan +tambahan beragam fitur baru pula, namun bagi Anda yg telah terbiasa dengan office versi sebelumnya, tampilan office 2007 yg serba baru mungkin akan sedikit menyulitkan Anda dalam mencari tools dan fitur yg Anda perlukan dalam hal mengedit dokumen kerja Anda …

Namun hal ini sedikit banyak teratasi dengan bantuan software “Classic Menu for Office 2007” yg akan menambahkan sebuah menu yg mirip dengan menu office 2003 sehingga memudahkan kita dalam mencari tools & fitur yg diperlukan dalam mengedit dokumen kita …

Download : http://www.addintools.com/english/menuoffice/download.htm

>> serial from google << nb: lihat hasil pencarian nomor 5

———————————————————-

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com

Tombol insert di Microsoft Office 2007

Agustus 25, 2008

Notabene saya bekerja di toko komputer dan suatu ketika, ada seorang customer yg membeli notebook Acer Aspire 2920 yg terinstall dengan OS Vista dan menggunakan microsoft office 2007, beberapa hari kemudian sang customer datang kembali ke toko dan komplain kalau keyboard notebooknya rusak karena jika tombol insert ditekan tidak dapat mereplace huruf yg salah ketik

Menerima komplainan customer, notebook pun dicek, dengan membuka notepad, tombol insert dicoba, ternyata memang tombol insert tidak berfungsi di notepad, dengan perasaan ragu, excel dibuka, dan ternyata tombol insert berfungsi, kesimpulan pun didapat, mungkin word 2007 nya error

Install ulang OS pun dilakukan, setelah fresh install, ternyata tidak menyelesaikan masalah tombol insert, bingung … Googling pun dilakukan (thanks to google), ternyata pada Microsoft Office 2007, tombol insert sengaja dimatikan, untuk mengurangi kesalahan ketik, untuk mengaktifkannya:

  • Buka Microsoft Office 2007
  • Klik tombol Office (kiri atas)
  • Pilih word options
  • Pada jendela kiri, klik tab advanced
  • Scrool kebawah sedikit
  • Cari Editing Options
  • Ceklist pada “Use the insert key to control overtype mode” dan “use overtype mode
  • Klik OK, sekarang coba replace huruf di lembar kerja, tombol insert berfungsi kembali

Saran : daripada pusing dengan segala fasilitas Microsoft Office 2007 yg serba baru, lebih baik menggunakan Microsoft Office versi sebelumnya yg lebih familiar untuk kita sendiri …

———————————————————-

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com

Melihat versi microsoft office 2007

Agustus 23, 2008

Microsoft Office 2007 menyembunyikan tombol untuk melihat version number office, jadi buat Anda yg ingin mengetahui office 2007 nya build brapa? sp brapa? Sekiranya tips dibawah ini dapat membantu …

  • Klik tombol office di sudut kiri atas

  • Kemudian klik tombol word options di bagian bawah
  • Pada jendela yg muncul, klik tombol resouces dijendela kiri
  • Maka dijendela kanan akan ada tombol about, yg jika di klik akan menampilkan versi office yg kita pakai

sumber : googling dan berbagai sumber …

———————————————————-

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com

BananaScreen

Agustus 23, 2008

Anda salah jika mengira halaman ini ada hubungannya dengan buah pisang :D, BananaScreen adalah software yg memanfaatkan webcam (baik PC maupun Notebook) untuk mengamankan komputer Anda. Software ini akan me-lock PC anda, dalam kurun waktu yg telah ditentukan atau dengan shortcut Alt+L. Untuk meng-unlock nya, cukup dengan menampakkan wajah Anda di depan webcam, begitu wajah Anda dikenali BananaScreen, komputer akan ter-unlock dengan sendiri nya …

Website : http://www.keylemon.com/

Download : http://rapidshare.com/files/139437148/BananaScreen_1.2.1.rar.html

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com

GpicView

Agustus 22, 2008

Bagi anda yg baru migrasi ke sistem operasi linux Ubuntu, gpicview adalah satu penampil gambar yg mrip dengan Windows Fax & Image viewer milik XP, tampilannya boleh dikatakan hampir sama persis dengan penampil gambar default Windows XP begitu jg pengoperasiannya.

gpicview di ubuntu

Windows Fax & Picture Viewer

Untuk mengganti default image viewer didesktop Gnome, buka Terminal, ketikkan:

sudo xdg-mime default gpicview.desktop `grep ‘MimeType=’ /usr/share/applications/gpicview.desktop | sed -e ‘s/.*=//’ -e ‘s/;/ /g’`

Sumber :

http://lxde.org/gpicview/

http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=180858&package_id=245164

———————————————————-

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com

Cara memblokir smart update Registry Mechanic 8.0.0.900

Agustus 20, 2008

Dengan membuka halaman ini saya anggap Anda telah membaca halaman berikut: https://khiang.wordpress.com/penting/

By opening this page, I assume you has read following page : https://khiang.wordpress.com/penting/

Registry Mechanic adalah salah satu program untuk membersihkan dan memperbaiki serta mendefrag registry windows. Interfacenya sangat user friendly sehinggga pemakaiannya sangat mudah, bahkan untuk orang awam sekalipun…

Current Version: 8.0.0.900
File Size: 7,331 KB
Operating System: Designed for Windows® Vista™ 32-bit, 2000 and XP. Windows® 98 users click here.
Release Date: July 22, 2008
Designed to: Clean, defrag and compact your registry to optimize your PC for better performance.
Trial Limitations: The trial is time unlimited and removes problems found in 6 sections of the registry only. A registered version is required to remove all detected problems.

Download disini : http://www.pctools.com/mirror/rminstall.exe

>> S.e.r.i.a.l removed !!! <<

Untuk pemakai yg memiliki koneksi internet, jgn melakukan smart update dengan nomor seri bajakan diatas, karena nomor seri akan diketahui tidak valid, program akan meminta nomor seri baru 😦 Untuk mengatasinya (khusus pemakai Windows Xp Pro)

  • Buka control panel-administrative tools-local security policy. Klik kanan di software restriction policy-create new policies.
  • Klik additional rules pada jendela kanan, klik kanan new path rules
  • Browse ke C:\Program Files\Registry Mechanic\ pilih file Update.exe
  • pada security level pilih “disallowed”

Dengan melakukan langkah-langkah diatas, smart update dari program Registry Mechanic tidak akan di ijinkan untuk dijalankan, sehingga program tidak akan bisa melakukan koneksi keinternet untuk update

Cara ini berlaku jg untuk produk PCTools Desktop Maestro 3.0.0.830 yg merupakan produk gabungan Registry Mechanic dan Privacy Guardian (ALL in ONE Cleaner)

 

I cried for my brother six times

Agustus 20, 2008

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun- tahun telah lewat,tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi,telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari “I cried for my brother six times”

———————————————————-

kunjungi juga blog baru gw di http://khiang.com